Masjid-masjid terbuka
tapi tak ada yang disana
Lampu yang terang benderang
bukan lagi jaminan disukai orang
Entah mengapa....
pintu-pintu yang tertutup rapat
Bahkan temaram dan gelap pekat
digemari hingga hingar bingarnya
memekakkan gendang telinga
Dunia...dunia....
Orang berbaju gamis dibilang teroris
Sementara perut sudah penuh terisi
masih saja korupsi
Di kota meminta-minta
di desa kaya raya
Di perempatan polisi-polisi bermunculan
sekedar cari cepek murahan
Lho...., Dunia siapa...?
Dunia dimana agama dijual murah
tentu saja biar suaranya jadi meriah
malam-malam wanita berkeliaran
eh cuma sudi jadi kuda delman
Anak-anak balita cepat dewasa
karena nonton “kubus bernyawa”
Orang tuanya diam pula
lebih suka menyimak berita berbisa
Lalu apa kata dunia...?
Ah, dunia tak tahu apa-apa
Rakyat jelata mengais di bak sampah
sudah kenyang makan sumpah serapah
Diujung sana lewat mobil mewah
menyulap Plaza yang dulunya sawah
Subuh-subuh buruh-buruh penuh jelaga
Halnya Tuan tidur mendengkur
diatas kubur petak yang gembur
Tanah subur tergempur lautan lumpur
Mau jadi apa dunia...?
Mau jadi pintar dan punya gelar
atau bikin gempar jadi preman pasar
Ujung-ujungnya minta harta
atau pergi ke kota biar dapat tahta
meronta-ronta demi wanita
Ah...jungkir baliknya dunia.........!!!!!!!
Irfan S. Roniyadi
dari Reset Minimagz, edisi 04
www.resettingcrazymind.multiply.com
sebuah produk dari UKKI-UMG
Kamis, 26 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
memang dunia ini jungkir balik, masak orang melakukan kebenaran dianggap salah, orang yang melakukan kesalahan dianggap benar, koruptor di bela, orang yang tidak bersalah masuk penjara. orang bicara keadilan di lecehkan. mungkin ini sebagian dari tanda-tanda hari kiamat, wah... klo gitu kita meski buru2 tobat nih.. mumpung masih da waktu..
BalasHapuswassalam.