Korupsi dan Mahasiswa
Kita rata-rata telah mengaku kita kaum mahasiswa adalah kaum yang bersih dari korupsi, kaum yang dengan percaya diri mengatakan bahwa kita adalah agent of change. Kaum yang selalu berjanji untuk berjuang di garis depan sebagai pengawas kebijakan pemerintah.
mahasiswa adalah gudangnya idealisme, sejak jaman soe hok gie hingga sekarang.sejarahpun telah mencatat tumbangnya rezim di indonesia adalah peran besar mahasiswa. Kini pertanyaan besarnya adalah: benarkah kita sebersih yang kita kira ?
Korupsi telah membudaya, kalimat ini pertama kali muncul dari proklamator RI bung hatta. Artinya sejak orde lama hingga orde reformasi(?) masalah korupsi adalah masalah klasik dan tak kunjung berakhir di indonesia, bahkan cenderung menunjukkan fenomena gunung es. Sudah berapa kali pemerintahan diganti orang baru, yang sudah tentu pernah mengenyam bangku kuliah, dan tentunya pernah pula memiliki idealisme seperti kita, toh korupsi masih ada. Angkatan 66 ternyata sama saja ketika duduk di pemerintahan. Angkatan 98 yang duduk di pemerintahan sekarangpun terindikasikan sami mawon. Jadi jelas ada yang salah dengan idealisme mahasiswa. Jadi ada apa dengan idealisme mahasiswa ?.
coba kita explore dulu kata budaya, yang menunjukkan bahwa semua lapisan masyarakat ikut memiliki. Jadi budaya adalah suatu kebiasaan yang terjadi di dalam masyarakat secara luas, tidak melulu dimiliki satu golongan tertentu, karena kalau begitu belum bisa disebut budaya. Ironis memang karena budaya selama ini identik dengan keindahan.
Jadi kita, mahasiswa yang di kampus mengagungkan idealisme, sudah pasti ikut serta memupuk budaya ini. Gak percaya?
Sudah pernah ngurus SIM,KTP, atau justru hal-hal yang lebih berat seperti surat kelakuan baik? Berapa uang yang kita bayarkan? Sudahkah sesuai dengan tarif yang seharusnya dibayar? Berapa lagi yang kita bayar ke polantas saat kita melanggar lalu lintas hanya karena kita malas untuk ikut sidang? Kalau bukan anda, mungkin teman kita di lain tempat yang juga mengaku sebagai mahasiswa yang beridealisme. Kemana larinya idealisme kita? masihkah kita yakin kita mampu sebagai agent of change?
Korupsi adalah borok masyarakat kita, dan kita sudah sering menganggapnya wajar, sehingga kita melakukannya tanpa ada rasa risih ataupun aneh.
pertanyaan yang kedua adalah apa yang salah dengan indonesia ?.
Indonesia adalah negeri yang kaya raya akan hasil buminya, penuh dengan minyak, gas dan komoditi komoditi yang sangat beragam dan menguntungkan bila dikelola dengan benar.tapi yang terjadi adalah sebaliknya, kita kaya akan hasil utang alias bunga yang mencekik leher.
Korupsi sudah begitu luasnya merusak indonesia sampai kita seringkali merasa lelah untuk terus menerus melawan.
Dari dua pertanyaan pelik diatas, jawabannya cukup satu. Sistem!
sistem kafir sekular yang diadopsi oleh indonesia ini menciptakan lingkaran setan yang terus menerus menciptakan penjahat penjahat baru yang meski dibasmi akan tetap ada, karena tidak adanya sistem yang mampu mempersempit ruang gerak para koruptor.
Sistem demokrasi sekular yang seolah olah kuat ini ternyata laksana istana kardus yang setiap saat mudah roboh dan terbakar. hukum hukum yang diciptakan manusia sendiri ternyata tidak mampu memberikan unsur jera meski terlihat pelik dan kompleks.
Kita para mahasiswa, harus sadar sejak sekarang, bahwa tekad dan kemauan saja tidak akan cukup mampu merubah wajah negara ini bila sistem yang ada masih sekuler seperti sekarang. Sistem adalah sebuah perputaran lingkaran, tanpa perubahan arah putaran, tidak akan mampu seseorang ataupun kelompok merubah ritme dari isi lingkaran.
Wahai kawan, bila agent of change adalah kita, maka seharusnya agenda pertama untuk perubahan adalah sistem dari negara ini. Hal ini yang harus kita perjuangkan, bukan dengan teriakan lantang yang hanya menyentuh tepi dari kesalahan mendasar negeri ini.
Sistem yang seperti apa? Tentu tidak banyak jawabannya, karena dunia hanya mengenal tiga sistem negara, sekularisme, komunisme dan Islam, mana yang terbaik menurut kita para mahasiswa muslim? Kita sudah pasti tahu jawabannya. Tertarik?
Irfan S. Roniyadi/Psikologi
Komentar dan saran: anakin_jundi@yahoo.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
ALLAHU AKBAR!!!
BalasHapusulum, Lamongan